Jumat, 18 Maret 2011

isim domir

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Belakangan ini, minat mahasiswa khususnya, semua pelajar umumnya yang ada di Indonesia terhadap pembelajaran bahasa Arab sangat mengkhawatirkan. Beberapa alasan mereka lontarkan untuk menghindari mempelajarinya. Padahal, bila ditinjau lebih jauh, bahwa bahasa Arab pun merupakan bagian dari ilmu. Dan ilmu, menurut sabda Rasul adalah wajib mempelajarinya. Dalam hal ini mempelajari ilmu bahasa Arab adalah fardhu kifayat. Jadi bila dalam suatu komunitas tidak ada yang ada yang mempelajari atau bisa memahami ilmu bahasa Arab, maka dosa hukumnya bagi semua individu yang ada dalam suatu komutitas tersebut.

1.2 Tujuan
Berdasarkan apa yang telah dipaparkan, maka kami mencoba menggali sedikit tentang ilmu bahasa Arab tentang bab isim, yang dalam hal ini tentang isim dhomir. Diharapkan setelah membaca makalah yang saya susun ini, mahasiswa dapat mengerti mengenai pengertian isim dhomir, macam-macam isim dhomir, serta bisa membuat contoh tentang isim dhomir.

BAB II
PEMBAHASAN

اسم الضمير
Isim Dhamir (kata ganti) : اسم الضمير
Isim dhamir adalah kata ganti. Kita mengenal dalam bahasa Indonesia ada kata ganti orang pertama (aku, kami), kata ganti orang kedua (kamu, kalian) dan kata ganti orang ketiga (dia, mereka). Dalam bahasa arab, kata ganti akan lebih kompleks, karena akan ada istilah kata ganti untuk laki-laki, kata ganti untuk perempuan, kata ganti tunggal, jamak dan dua orang. Ahli Nahwu telah membagi isim dhamir menjadi dua, yaitu dhamir mustatir (muttashil / besambung) dan bariz (munfashil / terpisah).
Seperti dalam lafaz: ز يد قر اء = Zaid telah membaca; taqdirnya: قر اء هو = Dia telah membaca. Atau yang bariz (tampak) , seperti lafaz: تماقراء = Kamu berdua telah membaca; ت قراء = kamu telah membaca; dan seterusnya. Dan dhamir munfashil (terpisah) seperti lafaz: اياي ايانا اياك اياك اياكما اياكم اياكن اياه اياها اياهما اياهم اياهن dan seterusnya.
Untuk lebih jelasnya bila dilihat dalam tabel berikut ini:
Dhamir yang berkaitan dengan benda
Maknanya Dhamir Muttashil Dhamir Munfashil
Kamu (untuk seorang laki-laki) ــكَ+ (kata benda) أنتَ
Kamu (untuk dua orang laki-laki) ــكما+ (kata benda) أنتمَا
Kamu (untuk tiga/lebih orang laki-laki) ــكم+ (kata benda) أنتم
Kamu (untuk seorang perempuan) ــكِ+ (kata benda) أنتِ
Kamu (untuk dua orang perempuan) ــكما+ (kata benda) أنتما
Kamu (untuk tiga/lebih orang perempuan) ــكنَّ+ (kata benda) أنتنَّ
Dia (untuk seorang laki-laki) ــهُ+ (kata benda) هو
Dia (untuk dua orang laki-laki) ــهما+ (kata benda) هما
Dia (untuk tiga/lebih orang laki-laki) ــهم+ (kata benda) هم
Dia (untuk seorang perempuan) ــها+ (kata benda) هي
Dia (untuk dua orang perempuan) ــهما+ (kata benda) هما
Dia (untuk tiga/lebih orang perempuan) ــهنَّ+ (kata benda) هنَّ
Aku ــي+ (kata benda) أنا
Kita/Kami ــنا+ (kata benda) نحن
Dhamir yang berkaitan dengan kata kerja
Dhamir Muttashil Dhamir Munfashil
Fi’il Mudhori Fi’il Madhi
(kata kerja) +تـــ ــتُ+ (kata kerja) أنتَ
ــان+ (kata kerja) +تـــ ــتُما+ (kata kerja) أنتمَا
ــون+ (kata kerja) +تـــ ــتُم+ (kata kerja) أنتم
ــي+ (kata kerja) +تـــ ــتِ+ (kata benda) أنتِ
ــان+ (kata kerja) +تـــ ــتِما+ (kata kerja) أنتما
ــنَ+ (kata kerja) +تـــ ــتُنَّ+ (kata kerja) أنتنَّ
(kata kerja) +يـــ (kata kerja saja) هو
ــان+ (kata kerja) +يـــ ــا+ (kata kerja) هما
ــون+ (kata kerja) +يــــ ــوا+ (kata kerja) هم
(kata kerja) +تـــ ــتْ+ (kata kerja) هي
ــان+ (kata kerja) +تـــ ــتا+ (kata kerja) هما
ــنَ+ (kata kerja) +يـــ ــنَ+ (kata kerja) هنَّ
(kata kerja) +أَ ــتُ+ (kata kerja) أنا
(kata kerja) +نَـــ ــنا+ (kata kerja) نحن
Penjelasan:
1. Isim Dhamir yang berkaitan dengan kata benda biasanya memiliki makna kepemilikan, misalnya كتابك artinya bukumu.
2. Huruf-huruf yang berkaitan dengan kata kerja bukanlah isim dhamir, melainkan huruf-huruf yang berfungsi sebagai penunjuk dhamir (kata ganti seseorang) dalam melakukan Fi’il (kata kerja) tersebut. Maksudnya agar dapat membedakan pelaku Fi’il.
Jika kita perhatikan, maka ada perbedaan yang jelas antara bahasa kita, dengan bahasa arab. Karena dari data diatas jelaslah bahwa bahasa arab memiliki kata ganti dua orang baik untuk kata ganti orang kedua dan ketiga baik untuk laki-laki atau perempuan. Untuk هُمَا dan اَنْتُمَا sama saja ketika untuk laki-laki atau perempuan yang membedakan hanyalah pemakaiannya saja.








BAB III
PENUTUP



Setelah membaca uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian isim dhomir adalah kata ganti, baik itu untuk orang pertama atau orang kedua atau orang ketiga. Isim dhomir sendiri merupakan salah satu sub dari isim nakiroh. Ini terbagi ke dalam dua bagian, yaitu isim dhomir yang muttashil dan isim dhomir yang munfashil.
Namun pada akhirnya, kami selaku penyusun makalah ini tentunya masih jauh dari sempurna baik dalam penjelasan maupun susunan bahasa yang dipakai.
Nafa’alallah bi’ulumina, amiin Ya Allah Ya Rabbal ‘Alamiin. Billahil hidayah wattaufiq.
Wallahu a’lamu bishawab

DAFTAR PUSTAKA


 Anwar, Moch.,KH. 2004. Ilmu Nahwu. Bandung: Penerbit Sinar Baru Algensindo
 http://arabic.web.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Weather